TPID Banten Lakukan Langkah Strategis Kendalikan Inflasi


Dua bulan terakhir ini, harga barang dan jasa di Provinsi Banten terus merangkak naik. Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Banten Agoes Soebeno mengatakan, kenaikan terjadi karena tiga dari tujuh kelompok pengeluaran yang ada mengalami kenaikan indeks, yakni kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau naik 0,23 persen, perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar naik 0,44 persen dan kelompok kesehatan 0,10 persen. Berdasarkan pantauan BPS terhadap 417 jenis barang dan jasa serta hasil Survei Biaya Hidup (SBH) tahun 2012 di Kota Serang, Tangerang dan Cilegon baik secara mingguan, dua mingguan maupun bulanan, diketahui 217 komoditas mengalami perubahan harga.

Kepala Biro Ekonomidan Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Banten Mahdani mengatakan, Pemerintah Provinsi Bante nmelalui Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Banten menyiapkan beberapa program prioritas untuk menekan laju inflasi di Banten.  Untuk menekan laju inflasi di tersebut, TPID Banten akan memetakan aspek yang menjadi penyebab inflasi. Dalam 2 bulan terakhir (pada triwulanIII) terjadi sedikit peningkatan IHK yaitudari 130,63 pada bulanJuni 2016 (akhir triwulan 2) menjadi 131,13 pada bulan Agustus, atau terjadi Inflasi sebesar 0,40 persen.

Sesuai dengan Roadmap Pengendalian Inflasi Provinsi Banten TPID Provinsi Banten, langkah konkret yang akan dilakukan TPID Banten untuk mengendalikan inflasi diantaranya dengan memperlancar distribusi melalui peningkatan infrastruktur distribusi kerjasama antar daerah pengawasan distribusi penegakan kebijakantonase.

Untuk menjaga ketersediaan pasokan pangan, TPID akan melakukan penguatan data neraca pangan, penguatan kelembagaani ntensifikas ipertanian penegakkan RTRW urban farming pengaturan jadwal tanam peningkatan infrastruktur. Lalu, untuk menjaga kestabilan serta keterjangkauan harga melalui operasi pasar murah serta distribusi kebutuhan pokok di daerah di Banten.

“Kita juga melakukan berbagai upaya yang seperti pemantauan kecukupan stok ketahanan pangan, menjaga stabilitas dan ekspektasi harga, dan penggalian informasi,” katanya.Iaberharap, inflasi pada tingkat yang rendah diharapkanakan menciptakan iklim yang kondusif bagi perekonomian berupa kepastian usaha dan terjaganya biaya produksi yang akan mendorong peningkatan investasi dan produksi.

 

Pertumbuhan Ekonomi Banten Positif

Meskiditerpainflasi, namun secara makro perekonomian di Banten mengalamitrand positif. Hal ini berdasarkan perekonimian Banten triwulan III-2016 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai 131,48 triliun rupiah dan PDRB atas dasar harga konstan 2010 mencapai 98,50 triliun rupiah.

Ekonomi Banten triwulan III-2016 terhadap triwulan sebelumnya tumbuh 2,44persen (q-to-q). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Pertanian, Kehutanan dan Perikanan yang tumbuh 6,31 persen dengan andil pertumbuhan sebesar 0,37 persen. Dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Konsumsi Pemerintah sebesar 5,09 persen dengan andil terhadap total pertumbuhan sebesar 0,19 persen.

Pertumbuhan ekonomi Banten triwulan III-2016 terhadap triwulan II-2016 (q-to-q) mengalami pertumbuhan yang positif pada hamper semua lapangan usaha kecuali Pengadaan Listrikdan Gas yang mengalami ontraksi sebesar 7,69 persen akibat penurunan produksi gas kota. Ekonomi Banten pada triwulan ini secara q-to-q dipicu oleh pertumbuhan pada lapangan usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebesar 6,31 persen yang disebabkan adanya peningkatan produksi padi sebagai dampak curah hujan yang merata dan ketersediaan air yang cukup.

Setelah itu disusul lapangan usaha Konstruksi yang tumbuh sebesar 5,28 persen sebagai dampak percepatan belanja infrastruktur oleh pemerintah. Kemudian lapangan usaha Informasi dan Komunikasi yang tumbu hsebesar 4,91 persenserta Real Estate tumbuh 2,38 persen. Pertumbuhan lapangan usaha-lapangan usaha tersebut menyebabkan ekonomi Banten di triwulan III-2016 mampu tumbuh positif sebesar 2,44 persen, walaupun lebih rendah dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tumbuh 2,70 persen.

“Membaiknya optimis mempelaku usaha terhadap perkiraan realisasi usaha triwulan III 2016 juga diharapkan dapat mendorong investasi tumbuh lebih tinggi,” jelasnya.

Dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, realisasi anggaran pemerintah Provinsi Banten juga dipercepat diman asecara umum meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2015 khususnya pada komponen belanja daerah. Di sisi pendapatan daerah, ketiga jenis pendapatan yaitu Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Perimbangan dan Lain-lain Pendapatan yang sah terealisasi lebih besar dibandingkan periode yang samatahun 2015. Pada sisi belanja, kedua komponen belanja juga menunjukkan realisasi yang lebih besar dibandingkan periode yang sama tahun 2015.

“Stabilitas keuangan di Provinsi Banten masih terjaga sejalan dengan pertumbuhan ekonomi di triwulan III 2016. Ketahanan korporasi di Provinsi Banten menunjukkan perbaikan walaupun masih dalam fasekontraksi,” jelasnya. Optimisme perbaikan kondisi korporasi semakin ditunjukkan dengan peningkatan penyaluran kredit modal kerja. Kendati risiko kredit korporasi masih mengalami peningkatan dipengaruhi perlambatan yang masih terjadi padai ndustri pengolahan. Pemrov Banten menargetkan inflasi pada tahun in ibisa ditekan hingga 4%, dan beringsut menyusut menjadi 3,5% pada 2017 dan 2018.

“Banten juga perlu memperkuat peran Lembaga Distribus I Pangan Masyarakat sebagai sumber cadangan pangan. Jika melihat Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE), LPE Banten mengalami peningkatan di triwulan III tahun 2016, semula 5,16 % pada tri triwulan II meningkat menjadi 5,35 persen,”.

 

 

 

 

 

 

 


Tentang Kami


Statistik Kunjungan